Kelapa Dalam, Andalan Petani Indonesia.



Cocos nucifera alias Kelapa terbagi menjadi 3 varietas besar utama. Variasi tersebut setidaknya berdasarkan perbedaan laju pertumbuhan, produktifitas dan umur produktif.  

3 kelompok tersebut adalah Kelapa Dalam (tall), Genjah (Dwarf) dan Hibrida. Hibrida sendiri merupakan hasil perkawinan bunga jantan kelapa dalam dengan betina kelapa genjah. 

Terdapat beberapa sub-varietas kelapa dalam yang telah dibudidayakan atau sedang dikembangkan di Indonesia. Kelapa dalam Guntung, Bali, Palu, Khima, dan Sri Gemilang. 

Khusus Sri Gemilang, kini menjadi unggulan Indragiri Hilir, Kabupaten dengan area Kebun Kelapa terluas di Indonesia. Pemerintah sedang massif memperbanyak benihnya untuk dibagikan kepada masyarakat yang akan replanting kebun-kebun tua. 

Kelapa dalam disebut Tall karena laju pertumbuhan tercepat hingga 57 - 62 cm/tahun. Sebaliknya, jumlah daun produktif yang muncul pertahun justru paling sedikit, hanya 10 - 14 pelepah. 

Karena bunga selalu muncul di ketiak pelepah, angka tersebut menyebabkan produksi kelapa per tahun kelapa varietas ini menempati urutan terendah, sekitar 40-80 buah. 

Meski begitu, kelapa dalam unggul dari sisi durasi produksi, mulai berbuah di umur 7 tahun dan masih produktif hingga usia 60 tahun. Selain itu, pada kondisi minim atau tanpa pemupukan, produksinya cenderung stabil. 

Kelebihan ini masih ditopang ketahanan kelapa dalam terhadap hama, penyakit dan tekanan alam yang relatif lebih baik dibanding genjah atau hibrida. 

Selain beberapa faktor di atas, Kelapa Dalam jadi pilih utama petani karena bobot buah kupasan mencapai 1 kg. Angka ini dianggap menguntungkan karena di sentra produksi, kelapa dijual dengan satuan kg. 

Kelapa dalam juga diterima di semua segmen pasar kelapa. Petani dapat menjualnya sebagai kelapa muda segar atau untuk diolah menjadi minyak kelapa,  santan, dan produk turunan lainnya. 

Rata-rata berat daging kelapa tua ukuran normal utuh adalah 400-500 gram, dengan rendemen minyak mencapai 60%. Satu ton kelapa dalam plontos bila diekstraksi akan menghasilkan 500-600 kg minyak kelapa.  

Dalam setahun, kebun kelapa dalam biasanya dipanen setiap 3 bulan sekali. Tandan tua yang siap dipetik dicirikan dengan keberadaan minimal 1 buah kelapa berwarna coklat atau yang telah berusia 11 bulan sejak bunga mekar. 

Trivia buat pemburu kelapa muda. Carilah kelapa yang berada pada pelepah nomor 19 hingga 20 untuk mendapatkan kelapa segar terbaik yang daging buah dan airnya enak. Gimana cara menghitungnya? Kapan-kapan akan saya ceritakan. Insya Allah

Comments