Akhirnya, Istri Belajar Bertani



Sejak pertemuan pertama, istri tahu bahwa saya cinta petani & pertanian. She knows whatever I do, there must be agriculture in between. That's the only sector I am decent at

Okupasi sebagai penyuluh, pedagang, pengajar, penulis, konsultan, dan farm mentor dilakoni dengan ridho Istri. Termasuk kegiatan mengajar tanpa upah di komunitas tani. 

Meski begitu, selama 6 tahun menikah, tak sekalipun ilmu budidaya saya ajarkan kepadanya. Tak peduli berapa kali dia meminta, saat itu, menurut saya belum perlu. I asked her to focus on being a good mom & wife

Mulai Januari 2026, kebijakan saya berubah. After everything has settled down, I get her prepared to be a good peasant. On 250 square meter of arable land, she will be learning by doing. 

Selama istri, dibantu bibi, membuka lalu olah tanah, saya datangkan benih, pupuk, bahan pembenah tanah, dan pestisida yang layak untuk usaha pertanian. Honestly, it costs me a lot of Fortune. 

Dari awal saya tegaskan kepadanya, jika tidak mampu merawat tanaman secara optimal, tak usah bertani. Lebih baik tanam sedikit lalu diperhatikan sepenuh hati, ketimbang banyak namun terbengkalai. 

Di akhir Ramadhan bedengan siap dan aneka bahan baku produksi yang dipesan dari Pontianak serta Jawa sudah datang. Tiba waktu, Mama Hafsah belajar menekuni usaha tani. 

Proses belajar dimulai dari komoditas sederhana, kangkung, sawi dan bayam. Sebelum benih ditebar, saya sampaikan panduan ringkas budidaya dari tanam hingga panen. 

Target pertama bukan seberapa banyak hasil tapi sejauh apa pemahamannya tentang bercocok tanam. Jer Basuki Mowo Beya. "Selama ada pelajaran yang bisa dipetik, rugi pun tak mengapa," tegas saya.  

Tak ada usaha tanpa kendala. Belakangan curah hujan sangat tinggi alhasil banyak benih gagal tumbuh dengan baik. Sebagai pemula, istri kecewa. Apalagi tetangga mulai berkomentar buruk hingga mencela. 

"Tak usah pusing dengan mereka, yang modalin aja santai. Orang baru belajar dan mencoba lalu menghadapi masalah itu biasa. Salah atau gagal tak jadi soal asalkan kamu tahu kenapa dan cari solusinya," hibur saya. 

As being peasant is our dream, I am truly committed to support anything she needs to achieve the goal. "Mas ini dah tua, nuan harus pandai bertani supaya saat laki tak ada,  kamu & Hafsah tak payah," harap saya. 

Saya juga memintanya tak cengeng. Hidup itu keras begitu pun bertani.  "Jangan minta diperlakukan seperti petani di luar. Kalau salah, harus siap diingatkan & dimarahi. Nggak terima, ya tak usah belajar, gampang aja," ungkap saya.

Comments