Nasehat untuk Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam


بسمل الله الرحمن ِالرحيم
                Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tecurah pada Rasulullah, keluarga dan para sahabat serta para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Ehm apa kabar kalian semua teman-teman? Semoga senantiasa dalam lindungan serta rahmat Allah ta’ala. Kali ini rahmat mau share nih, berbagi sedikit ilmu yang ada. Ehm ilmunya bukan ilmu dari rahmat loh..! tapi ilmu warisan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Pernah dengar kan ibnul qayyim Rahimahullahu berkata kalau kemuliaan sebuah ilmu terletak dari apa yang dipelajari dari ilmu tersebut. Nah kali ini ilmu yang mau rahmat share adalah makna dari sepenggal  hadits Nabi shalallahu alaihi wa salam nih, so kebayangkan betapa mulianya ilmu yang akan rahmat share kali ini.  Gak usah banyak basa-basi langsung saja, cekidot gan ..!
`Pernah donk denger hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa salam yang berbunyi
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ
: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ . [رواه البخاري ومسلم

Ups masih bahasa arab, susah nih untuk dimengerti..!”” Biar  kita bisa sama-sama mudah memahaminya beginiloh teman-teman terjemahannya:
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari"Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim"
(HR. Muslim)
Gak usah ragu lagi deh keshahihan hadits ini..! lha wong yang meriwayatkan Seorang Imam yang namanya sudah tidak asing terdengar ditelinga kita sejak masih balita (maaf lebay dikit gak papa ya..?) , apalagi haditsnya terdapat di kitab beliau yang sekarang kita kenal dengan nama “Shahih Muslim”.

                Penasarankan apa sih sebenarnya makna hadits ini ..? sama rahmat juga penasaran nih, any way by the way busway penjelasan hadits ini rahmat ambil dari kitab Syarah Arba’in An Nawawi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullahu ta’ala hal 137 cetakan ke 3 dar at tsurayya Saudi arabia. Maaf ya agak bertele-tele, coz walaupun tulisan kali ini rahmat bikin dalam suasana yang agak cool calm and gaul tapi karena kita seorang muslim yang namanya menjaga keilmiahan karya tulis tetap donk harus dijaga..!’ sepakat kan ..?. dan satu lagi kawan..! karena rahmat masih bodo dan masih perlu banyak belajar, yang mau rahmat share kali ini, Cuma sepenggal saja dari hadits ini. tepatnya pada kalimat
وَلِرَسُوْلِهِ
dan nasehat Bagi Rasul-Nya

Cekidot..!
       Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullahu berkata*: adapun yang dimaksud nasehat bagi Rasul-Nya shalallahu alaihi wa salam pada hadits ini adalah
1)  Memurnikan mutaba’ah kita hanya kepada Rasulullah shalalahu alaihi wa salam atau bahasa gampangnya, hanya Rasulullah shalallahu alaihi wa salamlah yang menjadi panutan, idola sekaligus suri tauladan bagi segala aktivitas kehidupan kita, mulai dari makan sampai mengeluarkan apa yang sudah dimakan, mulai dari tidur, ngelilir (njowo mode on) sampai benar-benar bangun :D, so kewajiban kita untuk cari tahu, bagaimana sih Rasulullah shalat, makan, minum, tidur, dst,  setelah tahu terus kita lakukan aktivitas tersebut seperti apa yang dilakukan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, gak ditambahi ataupun dikurangi dan pastinya sesuai dengan kemampuan kita ..!. Ah dari itu tadi rahmat ngedumel terus, udah gitu gak pakai dalil pula..! seperti biasa ini dia dalilnya cekidot..!”

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
       Sungguh telah ada pada diri Rasulullah shalallahu alaihi wa salam itu suri tauladan yang baik bagi kalian, (siapakah kalian itu..?) yaitu bagi orang-orang yang takut kepada Allah(1) dan hari akhir serta banyak menyebut nama Allah (Al Ahzab 21)

Is it clear man…? Tentu saja, iya gak ..?

       Jadi kesimpulannya , kalau sudah ada suri tauladan dari Nabi Shalallahu alaihi wa salam dalam suatu perkara maka gak boleh dan gak halal bagi kita untuk mengikuti selain apa yang beliau Shalallahu alaihi wa salam ajarkan. Contohnya: Rasulullah shalallahu alaihi wa salam makan dengan tangan kanan , ya kitapun haus makan dengan tangan, jangan sampai karena mengikuti orang-orang eropa yang kurang gaul itu, lantas kita makan pakai tangan kiri ..! paham kan ..?

2)     Mengimani bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam adalah benar-benar utusan Allah yang tidak pernah berdusta dan juga tidak boleh didustakan
        Allah ta’ala berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

  Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (AL Ahzab 40)

       dan Beliau Shalallahu alaihi wa salam adalah Rasulullah sehingga apa yang beliau ucapkan adalah sebuah kebenaran dan wahyu yang beliau terima juga merupakan kebenaran
       Mau tahu alasannya ?. Allah ta’ala berfirman:

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى
    Demi bintang ketika terbenam kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
 (An Najm 1-4)
Intermezzo …!
UPS..!’ kayaknya udah pada capek, malas dan bosen y abaca tulisan ini..? ayolah kawan pliz jangan patah semangat! Dilanjut dimari sampai selesai..! tenang aja nih tulisan gak akan sepanjang novel ayat-ayat cinta, atau KCB  1 & 2, apalagi sampai sepanjang Novel Harry Potter yang ke 5 yang judulnya Harry Potter and the order of the Phoenix. Loh kok rahmat tahu..? ya iyalah secara dulu juga kan saya suka, tapi sekarang udah tobat kok, setelah tahu baca Novel itu bisa dibilang gak ada manfaatnya sama berkali-kali..! so kalau dulu kita kuat baca sampai selesai novel begituan maka kita akan jauh lebih kuat lagi untuk membaca tulisan singkat padat ini sampai selesai, yah walaupun rahmat yakin gaya bahasa dan alur tulisan ini tidak sebagus dan semenarik novel-novel itu :*. Maka mari dilanjut dimari

3)     Wajib bagi kita semua untuk beriman kepada setiap berita yang beliau sampaikan, baik itu berita masa lalu, yang saat ini terjadi maupun yang akan datang. Dikarenakan  apa yang beliau ucapkan adalah wahyu
       Oh ya barusan buka tafsir As Sa’dy nih beliau Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy Rahimahullahu menafsirkan firman Allah ta’ala yang bunyinya
إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)

        Beliau berkata: dan beliau Rasulullah shalallahu alaihi wa salam tidaklah mengikuti sesuatu kecuali apa yang Allah wahyukan kepada beliau berupa petunjuk dan taqwa dan kata beliau juga ayat ini menjadi dalil bahwa Hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa salam juga merupakan wahyu dari Allah  ta’ala (2)

4)     Melaksanakan dan mentaati perintahnya. Kalau yang satu ini kayaknya kita udah sering denger deh, biasa diucapkan para khatiab dengan istilah taqwa. Ehm btw kenapa sih kita wajib taat kepada beliau Shalallahu alaihi wa salam.?, salah satu jawabannya adalah karena Allah ta’ala memerintahkan kita untuk mentaati beliau shalallahu alaihi wa salam walaupun perintah beliau tidak terdapat dalam Al Qur’an seperti yang Ibnu Qayyim Rahimahullahu jelaskan dalam kitab beliau Risalah Tabukiyyah(3) . Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
(An Nisa 59)

5)     Menjauhi setiap yang dilarang oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Untuk yang satu ini tanpa perlu banyak komentar, langsung saja rahmat bawakan dalil sebagai berikut : Allah ta’ala berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
  Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya
(Al Hasyr ;7)

       Oh ya rahmat jadi ingat kalau Syaikh Abdurrahman as sa’di rahimahullah pernah berkata dalam menafsirkan ayat diatas, sebagai berikut: ayat diatas mencakup perkara-perkara aqidah dan ibadah, yang lahir ataupun batin, dan bahwasanya apa-apa yang dibawa oleh rasulullah alaihi sholatu wa salam, wajib bagi hamba untuk mengambilnya dan mengikutinya, dan apa saja yang ditetapkan oleh rasulullah alaihi sholatu wa salam dalam hukum suatu permasalahan maka hal itu sama statusnya sebagaimana ketetapan Allah. Tidak ada sama sekali keringanan dan alasan bagi siapapun untuk meninggalkan keputusan rasulullah alaihi sholatu wa salam tersebut, dan tidak boleh bagi siapapun untuk mendahulukan perkataan siapapun di atas perkataan rasulullah alaihi sholatu wa salam (4)

6)     Berkeyakinan dengan sehaqul yakinnya bahwa semua yang datang dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan telah shahih sampai kepada kita sama persis 100% sebagaimana apa yang datang dari sisi Allah ta’ala dalam dalam hal kewajiban beramal dengannya, karena apa yang shahih dari Hadits maka statusnya sama dengan yang terdapat dalam Al Qur’an, 
      jadi gak boleh donk ada orang yang bilang, eh gue hanya mau melaksankan kewajiban yang terdapat dalam Al Qur’an, namun kalau kewajiban tersebut berasal dari hadits dia ogah melaksanakannya. Semisal ada orang yang disuruh melihara jenggot tapi gak mau, dengan alas an di Al Qur’an gak ada perintah tegas yang menyatakan wajibnya melihara jenggot. Maka katakana pada dia..! eh gak gaul banget sih loe apa loe gak pernah baca kalau di Al Qur’an ada ayat yang bunyinya      
 وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya
(Al Hasyr ;7)
Yang terakhir nih kawan, this is the last section of this letter (jiah gaya mode on).
7)     Menolong Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dari musuh-musuh beliau dan melindungi beliau ketika beliau masih hidup serta menolong sunnah-sunnah beliau ketika beliau telah meninggal dengan cara menyebarkan sunnah beliau, mengamalkannya serta berusaha memisahkan antara hadits yang benar-benar dari beliau dan mana yang bukan.
       Untuk yang terakhir ini syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullahu tidak menyebutkan dalilnya namun kita yakin bahwa apa yang beliau lakukan bukan karena tidak tahu, namun mungkin ada hal yang menjadi pertimbangan beliau sehingga cukup menyebutkan hal tersebut. Allahu a’lam
Alhamdulillah selesai juga nih tulisan rahmat yang pertama di bulan ini, semoga menjadi tulisan yang bermanfaat untuk rahmat sendiri, dan orang-orang yang rahmat cintai ( rahmat hanya cinta kepada orang-orang islam) dan menjadi tambahan amal shalih disisi Allah, amin..!oh ya kawan tahu kan kalau Rasulullah shalallahu alaihi wa salam pernah bersabda:
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم]

  Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, Nabi Shalallahu alaihi wa salam   bersabda: tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai  bagi saudaranya apa yang dia cintai bagi dirinya sendiri (HR Bukhari dan Muslim)
Maka, buktikan imanmu ..!
       Mudah kok caranya, pastikan temen-temen gak usah ragu untuk mengoreksi saya dan tulisan saya ini jika kalian menemukan kesalahan didalamnya, baik besar ataupun kecil. Karena kalian tentunya gak mau masuk neraka bukan..?, maka seharusnya kalian juga gak mau kalau sampai rahmat masuk neraka karena berbuat kesalahan dan gak ada yang ngingatkan, Rahmat bukan ustadz kok, Cuma sekedar mahasiswa biasa dan masih awam kok kayak teman-teman semua dalam agama. So jangan ragu yah untuk ngasih saran atau nasehat.
Alhamdulillah aladzi bi ni’matihi tatimus shalihaat
Diselesaikan di Al Kautsar yang indah saat sore yang cerah :D hari ini he he  
Catatan kaki
·        metode yang saya pakai dalam penerjemahan ini adalah menerjemahkan dengan bebas  disertai penjelasan tambahan yang saya dapat selama mengikuti kajian, namun pokok pikiran berasal dari kitab karangan beliau Rahimahullahu ta'ala

1)      Makna ayat ini saya ambil dari Tafsir Jalalain yang telah dita’liq oleh Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry
2)      Taisirul Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy Rahimahullahu, Maktabah Syamilah
3)     Silahkan dilihat di Risalah Tabukiyyah hal 27-28 karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullahu yang telah di ta’liq oleh Abu Hafs
4)     Taisir karimir rahman fi tafsir kalamil mannan, syeikh abdurrahman bin nashir as sa’dy hal 851, cet ke 4 muasasah ar risalah lebanon

Comments

idho said…
gaya bahasa'a keren mas! gaul gt,jd org awam khusus'a anak muda seperti sy enak pas baca'a. hehe.
idho said…
semoga isi'a bermanfaat buat kita semua khusus'a sy, yg masih awm ini :D Jazakumulloh khoiron mas
ha ha ha , ah si idho cukup lebay juga :D
sebenarnya mas cukup bosan dengan penerjemahan menggunakan gaya bahasa formal, jadi terkesan kaku dan gak bisa berekspresi dengan bebas :D
tapi yah kalau idho justru enak bacanya, ya Alhamdulillah :D
amin , wa iyyakum
ah ridho, mas juga kan masih awam kok
Anonymous said…
Nasehat adalah suatu kebaikan, apalagi jika saudara kita yang mendapatkan Nasehat menjalankan kebaikan yang kita nasehatkan. mudh2n kitapun bisa istiqomah ya ..Mat. amiin..
amin Jazakallahu khairan dek
komentnya alfan gak jelas, bukan kritik jeh padahal saya pengennya kritik
Najma Tsurayya said…
Bismillah.

Bagus akh..kaya yang di majalah apa itu? El Fata y..barokallahu fika. ana blom sempat bikin tulisan sendiri

Salam
Abu Najma
Barakallahu fika, ehm abu najma yah. oh ya nama kunyah ana

"Abu Hafsah"

ah biasa aja akh, ilmunya bukan ilmu ana kok, ana cuma copas aja dari karangan para ulama

El Fata = Pemuda jadi yah wajarlah bahasanya agak sedikit gaul,

tapi blog ana kan judulnya blog seorang muslim, mahasiswa, jadi kayaknya agak aneh aja kalau gaul kek begini :D
waalaikumussalam
abu zaid said…
Search di gugel pake kata-kata tsurayya najm, eh nemu blog ini.
Tadinya saya mau nyari informasi tentang bintang Tsurayya (pleiades) yang disebut di QS An Najm.
Tapi walaupun gak nemun info ttg tsurayya di sini gpp, saya tetep bisa silaturahim sama akhi Rahmat kan.
Silakan dikunjungi blog saya. Saya membuat tulisan mengenai pleiades.
oh gitu ya akh ceritanya he he he :)
salam kenal akh