Betapa Bodohnya Orang Musyrik


Dengan Meyebut Nama Allah Ar-Rahman Ar-Rahim
               
              
                  Pujian yang sempurna seluruhnya hanya bagi Allah ta’ala Pencipta alam semesta Maha suci Allah dari apa yang makhluq sekutukan. Shalawat serta salam semoga tercurah atas Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, keluarga serta sahabat yang setia hingga akhir zaman. Dalam rangka memperkokoh ilmu yang telah diperoleh dan turut serta menybarkan dakwah seluruh Nabi dan Rasul utusan Allah setelah memohon taufiq dan inayah Allah ta’ala, pada kesempatan ini akan kami tuliskan beberapa bukti yang menunjukkan kebodohan orang-orang yang berbuat syirik. Dimana pelaku kesyrikan adalah orang-orang yang mempersamakan Allah ta’ala dengan makhluq-Nya pada hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah yaitu Uluhiyyah, Rububiyyah dan Asma wa Shifat[1].
Mereka adalah Sebodoh-bodoh Makhluq
                Mungkin ada yang bertanya, kenapakah para ulama mengatakan bahwa  sebodoh-bodoh kebodohan adalah kesyirikan. Salah seorang ulama ahli hadits abad ini Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Hafidzhahullahu ta’ala berkata: sungguh setiap insan telah Allah bekali bagi mereka akal yang selamata, pemahaman yang lurus yang dengan hal itu mereka mengetahui dengan penuh keyakinan bahwa puncak dari kebodohan, keburukan yang paling buruk, dan kejahilan yang paling jahil adalah bersandar kepada makhluq yang semisal dengannya. Makhluq yang sebelumnya tidak ada lalu Allah ciptakan bahkan dia menjadikan makhluq tersebut sekutu bagi Allah dalam ibadah[2].  Allah ta’ala menegaskan kebodohan orang musyrik dalam firman-Nya:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik bagi mereka neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. 9Al Bayyinah ; 5)
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir (termasuk didalamnya orang musyrik, pen), karena mereka itu tidak beriman. (Al-Anfal 55)
Bukti Kebodohan Orang Musyrik
                Tentunya kita bertanya-tanya, kenapa Allah ta’ala begitu tegas menyatakan betapa bodoh orang kafir dan musyrik. Maka hal ini tentu saja berdasarkan ilmu Allah ta’ala yang melingkupi segala hal. Yang wajib bagi kita adalah berusaha mencari tahu alasannya, dengan mengetahui alasan-alasan tersebut maka otomatis akan menjadi motivasi bagi kita untuk berusaha menjauhi perbuatan syirik apapun jenisnya. Berikut ini beberapa bukti yang terdapat dalam firman Allah ta’ala
1)       Menyembah Makhluq yang derajatnya sama sebagai hamba Allah
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu hamba-hamba yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. (Al A’raaf 194)
Bukankah ini sebuah kebodohan yang nyata manakala ada seorang manusia yang menyembah makhluq padahal makhluq tersebut sama derajat sebagai hamba Allah.
2)      Menyembah makhluq hasil ciptaan dan bukan pencipta
Allah ta’ala berfirman:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji yang sempurna lagi indah hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam (Al-Fatihah 1).
Para ulama menjelaskan bahwa diantara makna Rabb/Tuhan adalah Dzat yang menciptakan. Adapun makna semesta alam adalah segala seusuatu selain Allah. Maka lihatlah wahai saudaraku, adakah tindakan yang lebih bodoh dari menyembah makhluq yang keberadaannya sebagai ciptaan bukan pencipta.
3)     Menyamakan Allah ta’ala dengan Makhluq.
Sebelumnya telah disebutkan dalil, bahwa segala sesuatu selain Allah adalah ciptaan Allah. sehinga merupakan suatu kebodohan yang paling bodoh tatkala ada seorang manusia yang menyamakan Allah ta’ala pencipta seluruh alam semesta dengan makhluq yang merupakan bagian dari alam semesta. Allah ta’ala berfirman:
قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى آللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ
Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?" (An-Naml 59)
أَفَمَنْ يَخْلُقُ كَمَنْ لا يَخْلُقُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. (An-Nahl;17).
Pada ayat lain Allah ta’ala menceritakan penyesalan orang musyrik atas perbuatan bodohnya didunia dan permusuhan yang terjadi antara manusia dengan makhluq yang disembahnya selain Allah.
تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍإِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَوَمَا أَضَلَّنَا إِلا الْمُجْرِمُونَوَمَا أَضَلَّنَا إِلا الْمُجْرِمُونَ
demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam (dalam ibadah) Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. (As-Syuara 97-99)
4)      Berdoa kepada Makhluq yang lemah dan tidak memiliki apapun
Bukankah sebuah kebodohan manakala kita ingin berhutang kepada orang orang faqir lagi miskin yan tidak memiliki apapun kecuali sehelai pakaian yang dia kenakan. maka jelas pula bagi kita betapa bodohnya manusia yang berdoa memohon kepada makhluq yang amat lemah lagi tidak memiliki apapun. Allah ta’ala berfirman:
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلا يَمْلِكُونَ لأنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلا نَفْعًا وَلا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلا حَيَاةً وَلا نُشُورًا      
kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan. (Al-Furqon)
5)     Menyembah Sesuatu yang diciptakan oleh tangannya sendiri
Ini adalah salah satu bukti yang paling jelas yang menunjukkan kepada orang yang berakal tentang betapa dungu dan bodohnya para penyembah berhala. Jika yang membuat patung-patung itu adalah manusia yang lemah dan tida memiliki sedikitpun kekuasaan di langi dan bumi, maka bagaimana lagi dengan keadaan patung berhala yang dia buat dari tangannya sendiri. Tentu saja jauh lebih tidak berdaya lagi, sehingga tepat sekali jika dikatakan “betapa bodohnya orang musyrik”. Allah ta’ala berfirman menceritakan kisah Nabi Ibrahim Alaihi Salam:
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَوَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". (As Shofat 95-96)
                Sekian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kami dan seluruh kaum muslimin. Alhamduillah Aladzi bi ni’matihi tatimus shalihaat.
Malam hari di Wisma MTI, 4 MEI 2010                                                                  
Rahmat Ariza Putra


[1] Tanbihat Al Mukhtasarat
[2] Ahamiyat Tauhidil Ibadati



Comments

Zico said…
mat,kmu sekarang ngekos dmana?? katanya dah ga jd takmir masjid..

oia,,nti dateng daurah masyaikh di bantul ga?