Sedikit Catatan Terhadap Terjemahan Bismillah dalam Bahasa Indonesia


بسم الله الرحمن الرحيم

                Segala Puji bagi Allah ta’ala, Dzat Pencipta langit dan bumi dana apa yang terdapat diantara keduanya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam, keluarga, sahabat, serta pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Waktu telah menginjak malam, dan telah berlalu satu hari bagian dari umurku, sehingga tibalahjua waktu bagiku untuk mengulang dan berbagi sedikit ilmu yang hari ini telah kudapatkan dengan ijin Allah ta’ala. judul catatan ringkas ini mungkin mengundang pertanyaan dibenak kita semua. Apa ada yang salah atau kurang dengan terjemahan kalimat Bismillah, sebuah doa yang hampir tiap saat kita ucapkan?  Karena itu marilah sejenak luangkan waktu untuk menyimak catatan ini agar pertanyaan tersebut bisa terjawab.[1]

                Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Ya inilah terjemahan kalimat Bismillahi Ar Rahman Ar Rahim  yang biasa kita dapatkan di berbagai tempat, entah buku ataupun ceramah-ceramah agama. Secara ringkas terjemahan diatas memang bisa dikatakan benar, namun akan lebih sempurna dan indah jika hal yang kurang dari terjemahan diatas kita ketahui. Untuk mempermudah pembahasan ini, saya bagi kalimat بسم الله الرحمن الرحيم dalam 3 bagian .
1)      بسم الله
2)      الرحمن
3)     الرحيم
Mari kita mulai dengan bagian pertama. Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan Hafidzhahullahu berkata[2] : yang dimaksud dengan kalimat بسم الله adalah dengan menyebut seluruh nama-nama Allah. Kenapa demikian? Dari mana tambahan makna “seluruh nama-nama”. Jawabannya Karena dalam bahasa arab jika terdapat susunan kalimat majemuk yang disebut Mufrod Mudhof maka susunan kalimat seperti ini memberikan makna umum atau menyeluruh. Semisal kalimat بسم الله, kata ismun yang bentuknya tunggal bersambung dengan kata Allah. Dan keduanya membentuk susunan kalimat majemuk, sehingga makna dari kalimat ini bukan hanya dengan menyebut nama Allah, tetapi Dengan menyebut seluruh nama-nama Allah. Adapun kata الله dalam bahasa arab bermakna المأله  yang sinonim dengan kata المعبود artinya Dzat yang disembah[3]

Selanjutnya, الرحمن, biasa kita terjemahkan dengan Maha Pengasih, apakah terjemahan sudah sempurna mewakili makna kata الرحمن. Mari kita bahas, Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan Hafidzhahullahu berkata[4]: الرحمن  bermakna Dzat yang memiliki kasih sayang yang amat luas. Mengapa demikian? Dalam bahasa arab, sebuah kata yang memiliki wazan فعلان maka terkandung dalam kata tersebut makna luas atau sangat. Sehingga bisa disimpulkan makna الرحمن bukan hanya Dzat yang memiliki kasih sayang, tetapi Dzat yang memiliki kasih sayang yang amat sangat luas, karena wazan الرحمن adalah فعلان. Adapun nama الرحمن (Ar Rahman) merupakan nama yang hanya khusus bagi Allah semata, dan tidak boleh satupun makhluq memakai nama itu[5].

Terakhir pada pembahasan ini, apakah makna yang pas dan sempurna dari kata الرحيم. Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan Hafidzhahullahu berkata[6]: الرحيم adalah Dzat yang menyayangi siapa saja diantara hambaNya yang Dia kehendaki, sehingga memiliki makna yang lebih sempit dari kata الرحمن. Adapun nama Rohim diperbolehkan bagi makluq menggunakan nama ini tanpa tambahan Alif Lam didepan kata Rohim, sebagaimana firman Allah ketika mensifati Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam 

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (At Taubah 128)

Diakhir tulisan ini, maka dapat kita rangkum seluruh pembahasan diatas, bahwa terjemahan yang lengkap dari kata Bismillah adalah Dengan menyebut seluruh nama-nama Allah, Dzat yang Kasih sayangNya amat luas dan Dzat yang mengasihi siapa saja diantara hambaNya yang Dia Kehendaki.

                Demikian yang bisa saya sampaikan malam ini, semoga bermanfaat bagi saya dan seluruh kaum muslimin, yang salah dari tulisan ini mutlak karena kebodohan dan kelalaian saya pribadi dan juga godaan syaithan. Adapun kebenaran Allah ta’alalah pemiliknya. Saya mohon bagi teman-teman yang lebih ahli dalam bahasa dan sastra arab untuk mengoreksi kesalahan yang ada dalam tulisan ini dalam rangka saling menasehati dalam kebenaran. Sementara saling menasehati dalam kebenaran adalah satu tanda diantara tanda-tanda keberuntungan.

Alhamdulillah Aladzi Bi ni’tihi Tatimus shalihaat]

Malam hari, Kost belakang Al Ashri 20 Syawal 1431 H
Rahmat Ariza Putra


Alhamdulillah Aladzi Bi ni’tihi Tatimus shalihaat.

Malam hari, Kost belakang Al Ashri 20 Syawal 1431 H
Rahmat Ariza Putra




[1] Tulisan ini banya saya susun setelah banyak mendapatkan faidah dari Ustadz Aris Munandar Hafidzhahullahu ta’ala, saat beliau membahas kitab Jam’ul Mahsul fi Syarhi Risalati Ibni Sa’di, sehingga apa yang saya tuliskan dalam catatan ringkas ini, disamping bersumber dari kitab tersebut juga bersumber dari penjelasan Ustadz Aris Munandar Hafidzhahullahu ta’ala
[2] Jam’ul Mahsul fi Syarhi Risalati Ibni Sa’di hal 13, cet 1 1424 H, Darul Muslim KSA
[3] idem
[4] idem
[5] idem
[6] idem

Comments