[Ancaman Rudal Scud Milik Pemberontak Syi’ah Yaman]

 Bismillah


Saat media memberitakan perang teluk 1 dan 2, mungkin kita sering mendengar nama rudal SCUD. Rudal balistik jarak pendek buatan Uni Soviet ini merupakan senjata yang sering digunakan Iraq untuk menghantam musuh-musuhnya.

Selain negeri 1001 malam, hampir seluruh Negara-negara di kawasan Timur Tengah memiliki rudal balistik ini termasuk Yaman. Negara yang saat ini kacau akibat pemberontakan Syi’ah Hutsi.

Lembaga kajian militer, Janes, dalam laporannya menyebutkan bahwa pada tahun 2000 pemerintah Yaman membeli 18 rudal yang disebut NATO  SCUD-B.

Peluru kendali  dengan nama resmi R-17 ini memiliki diameter 0.88 m,  tinggi 11,1 m dan bobot 6300 kg. Rudal balistik jarak pendek yang memiliki peledak seberat 950 kg ini mampu menghantam target sejauh 300 km.

Didesain agar mampu diangkut dan diluncurkan dari platform Truk MAZ 543 yang memiliki 8 roda, membuat misil ini memiliki mobilitas tinggi. Waktu yang dibutuhkan untuk meluncurkan rudal ini sejak target ditentukan adalah 90 menit. Dan dalam 5 menit akan mencapai sasaran yang berada pada jarak 186 mil.

Meski memiliki akurasi yang buruk, namun dengan spesifikasi tersebut, SCUD merupakan senjata yang menakutkan dan mengancam. Apalagi jika dimiliki oleh kelompok radikal seperti pemberontak Syi’ah Hutsi.

Dengan bantuan tentara pembelot yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, diduga kuat milisi Syi’ah Hutsi berhasil merebut Rudal SCUD B dari tangan pemerintah. Keberadaan misil ini tentu merupakan ancaman nyata bagi pihak-pihak yang dianggap pasukan pemberontak menghalangi rencana mereka menguasai Yaman.  Dalam hal ini negara-negara islam yang bertetangga dengan Yaman.

Bila diluncurkan dari kota-kota di perbatasan sebelah utara Yaman, maka peluru kendali ini mampu menghantam wilayah Arab Saudi bagian selatan. Dan hal ini amat mungkin dilakukan oleh pemberontak Syi’ah Hutsi, mengingat Arab Saudi kini tengah berperang melawan mereka.

Untuk menghindari hal ini, pasukan gabungan negara-negara Teluk menyasar depot-depot penyimpanan rudal balistik yang dikuasai  pemberontak Syi’ah Hutsi di hari-hari pertama pelaksanaan operasi militer bersandi Decisive Strom. Agar kelompok radikal yang didukung Iran ini tidak menggunakan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini untuk membunuh umat Islam. Baik yang berada di Yaman atau negara-negara disekitarnya.

http://opini.gemaislam.com/ancaman-rudal-scud-milik-pemberontak-syiah-yaman/

Comments