Berilmu Sebelum Investasi.

10 tahun terakhir jumlah akun pemegang RDN, yang bisa berkecimpung di pasar saham, melonjak drastis. Angkanya mencapai 20 juta, naik 4 kali dari tahun 2015. Mayoritas diisi oleh retail alias pemain receh, seperti saya. 

Sadly, peningkatan kuantitas tersebut tidak dibarengi dengan kapasitas literasi yang baik. Mereka masuk bursa bukan setelah memahami berbagai analisa yang digunakan untuk survive dan untung, tapi terdorong oleh FOMO. 

Penambahan retail minim ilmu ini juga diakselerasi oleh maraknya influencer yang membuka praktik sesat nan menyesatkan. Mereka bekerja dengan membuka kelas stock pick berbayar atau menjadikan pemain baru exit liquidity di emiten yang sedang digoreng. 

Padahal, ilmu tentang investasi, trading, scalping, bertebaran dimana-mana. Minimal-minimalnya nih, kita bisa belajar analisis fundamental dari fitur-fitur yang ada di aplikasi broker. 

Saya pakai stockbit, di sana tersaji keystat, laporan dan neraca keuangan bahkan dokumen public expose. Untuk dapat membaca data-data dan laporan itu dengan baik, kita bisa tanya AI Chatbox atau youtube. 

Sebagai sesama pemula, terus terang saya tidak paham dengan orang yang mau beli sebuah saham bermodal tanya ke orang, apalagi emiten tersebut jelas-jelas gorengan. Mau judi mah gak perlu di pasar saham. Itu banyak judol bertebaran.

Comments